Berjualan Pakai WhatsApp Apakah Sudah Disebut Digital Marketing?

Image

Digital Marketing memberikan dampak yang signifikan bagi para pelaku industri dan bisnis, salah satunya adalah Ahmad Sholeh yang dikenal sebagai pengrajin rotan di Semarang, Jawa Tengah yang menjual produksinya secara langsung dan menerima pesanan melalui pesan instan WhatsApp.

 

Dilansir dari Kumparan, Ahmad yang sudah tidak berusia muda lagi ini tentunya mengalami sejumlah kendala dalam menerapkan praktik digital marketing. Salah satu kendalanya adalah kurangnya literasi dalam pengoperasian teknologi untuk memasarkan produknya secara digital yang lebih luas lagi. 

 

Meskipun demikian, langkah awal Ahmad dengan menjalankan usahanya dengan menggunakan platform pesan instan WhatsApp sudah menjadi awal yang baik dalam penerapan digital marketing di kalangan usia senior seperti Ahmad.

 

Penggunaan aplikasi pesan instan WhatsApp untuk berjualan sudah bisa dikatakan sebagai salah satu penerapan digital marketing. Seperti yang diketahui,  berdasarkan informasi yang bersumber pada karya ilmiah, WhatsApp memiliki fitur Story di mana pengguna dapat mengunggah foto dan rekan-rekannya di WhatsApp dapat melihat unggahan tersebut dan secara langsung dapat merespon unggahan tersebut.

 

Keberadaan fitur Story ini sangat membantu para pelaku bisnis untuk mengawali praktik digital marketing dengan cara yang mudah. Fitur Story ini dapat menampung unggahan yang bersifat visual ataupun audiovisual, seperti gambar dan video.

 

Selain fitur Story, WhatsApp juga memiliki fitur yang memfasilitasi pengiriman data secara audio, visual ataupun audio visual. Fitur-fitur yang dimiliki WhatsApp ini bisa dikatakan sudah mendukung praktik awal digital marketing untuk kalangan masyarakat yang memiliki literasi teknologi yang kurang. 

 

Namun sayangnya, fitur-fitur dalam WhatsApp ini hanya menjangkau nomor kontak yang disimpan di telepon pintar pribadi saja sehingga pengenalan platform digital marketing harus lebih digali dan disosialisasikan lagi.